Kherow - Bintang Timur
Zizie - guitar
Adzmer - guitar
Priscilla - Vox
Bob - bass
Iman - synth,keyboard and strings
Afdzal - drums
visit KHEROW at http://www.myspace.com/kherow
Track #1, The Rapture tanpa basa-basi membuka album Bintang Timur dari Kherow, semburan sound gitar dan growl Pricilla yang bukan lagi hanya mirip melainkan lebih tepat sebagai identik dengan vokal Angela Gossow yaitu Lead Vocal Arch Enemy
Track #2 hingga Track #8, kombinasi Rhythm dan Melodic Death Metal ala Arch Enemy mendominasi sepanjang lagu.
Beat-beat khas Arch Enemy membuat album Bintang Timur ini seolah copy album Arch Enemy.
Materi lagu terlihat terbelenggu oleh pattern-pattern Arch Enemy hanya saja masih kurang berani dalam pilihan distorsi. Lebih berasa lagi adalah kocokan gitar yang kurang agresif, dan double pedal yang terasa sangat lambat membuat lagu ini seolah kehilangan pegangan.
Grafik emosi tidak terasa dipermainkan, untuk vokal sendiri sudah cukup baik dengan distribusi power yang cukup merata sehingga tidak ada penurunan intonasi dan Depth-nya tetap terjaga.
Cukup berani ber-eksperimen dalam Track #3: Phantom Caretaker, track terpanjang dalam album ini yaitu 7 menit 15 detik. Lagu ini cukup baik dalam menunjukan harmonisasi dan komposisi, permainan transisi mengalir baik, hanya saja yang kurang adalah feel-nya. Moment emosi yang mungkin ingin diangkat dalam lagu ini tidak didukung oleh distorsi dan kecepatan yang memadai, bahkan dibeberapa tempat suara drum terdengar malu-malu.
Satu track yang patut diperhitungkan adalah Track #4: Choked With Your Lies (Pointless), lagu ini asyik dibawa headbang walaupun belum mampu untuk menciptakan circle pit. Track lain adalah track#6 : Rise Of Uranium, track yang cukup unik, lead-lead gitar panjang khas musik Rock Malaysia yang diakhir dengan jeda transisi drum untuk men-triger ke ranah Metal.
Untuk track#8: Bintang Timoer, track yang diangkat sebagai title album cukup menawarkan sesuatu yang walaupun tidak baru tapi membawa perbedaan, taste 80-an dikala era permainan gitar Eddie Van Hallen dan Yngwie merajalela diramu menjadi satu dan dikolaborasi dengan petikan gitar ala Christopper Ammot.
Overall, album Bintang Timur ini masih banyak yang harus diperbaiki, seperti kualitas rekaman, masih banyak tidak tereksplorasi dengan baik, suara gitar yang kurang menggigit dan dentuman drum yang terkesan tak bernyawa, bahkan kualitas rekaman vocal-pun datar-datar saja.
Kemudian, keberanian dalam pemilihan distrosi yang saat ini masih malu-malu sehingga belum dapat mengkontaminasi telinga lebih dalam. Hal lain adalah, tempo yang masih lambat membuat lagu yang kurang dari 3 menit-pun serasa sangat lama. Kemungkinan adalah karena musiknya kurang padat dan kurang ekspresif.
Wannabe atau tidak, album ini sangat identik dengan musik Arch Enemy.
KHEROW : Bintang Timur
Friday, 29 April 2011 12:49
Twitter
Facebook




