Sudah semenjak tahun 1999, Titi menggeluti drum. Dari mulai Farabi Music School kepunyaan Dwiki Dharmawan, Institut Musik Daya Indonesia yang didirikan oleh Deviana Daudsjah, sampai mewakili Indonesia sebagai drummer di IASJ (International Association of School of Jazz) di Fraiburg, Germany. Tercatat sampai sekarang, Titi sukses menjadi solo drummer yang telah berkolaborasi dengan musisi-musisi kawakan lokal maupun internasional. Nama-nama seperti Idang Rasjidi, Rieka Roeslan, Ruth Sahanaya, New Conservative Trio, Tony Monaco, Veronica Nunn dll
Dan tampak dari permainannya, kematangan akan sebuah pola bermain drum itu pun tersaji. Begitu rapi dan terencana. Hal tersebut menjadi manifestasi dari dedikasinya dalam mempelajari sebuah alat musik yang bernama drum. Sehingga dinamika gebukannya menghasilkan bunyi-bunyi yang ritmis dan harmonis. Tampak seperti terpola walaupun dalam keadaan ia harus berimprovisasi. Seperti yang ia tunjukan dalam sebuah pementasan acara di Salihara berikut ini:
http://www.youtube.com/watch?v=F4TjCEUhSr4&feature=related
Sangat intens dan intim bagaimana Titi bermain drum. Antara keanggunan, ketangkasan dan talenta. Karena bukan hanya sebagai drummer, Titi juga seorang music director, pemain piano, penyanyi dan aktris film. Seorang Ibu dan seorang istri ini menjadi representasi akan sesuatu yang pro aktif.
Kemudian dalam ke-pro aktif-annya tersebut, tercatat Titi telah menjadi endorsee dari salah satu produk Cymbal drum yaitu Sabian yang meliputi Sabian HHX Evolution Hats 14”, Sabian HHX Evolution Crash 17”, Sabian HHX Evolution 18”, Sabian Artisan Medium Ride 22”, Sabian Vault # point Ride 1”, Sabian Max Splash 9” dan Sabian Max Stax Low.
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
- Related Articles
- Related Articles:Titi DJ Warisan Lintas Generasi (202 Hits)

Twitter
Facebook




