MusicforlifeEndorseeSesuatu yang lain buat THOMAS

Sesuatu yang lain buat THOMAS

Tuesday, 30 November 2010 16:18

Bassist GIGI , yang menghabiskan masa kecilnya di Majalaya dan lahir 5 Maret 1967 Thomas Ramdhan  tumbuh berkembang di tengah keluarga berdarah seni.
Ayah kandung Thomas adalah seorang pemain biola. Dan dari ayah tirinya Thomas banyak belajar tentang dasar-dasar teknik bermain bass yang kebetulan juga seorang pemain bass.
Dan Thomas sering sekali ikut ayahnya saat band ayahnya show. Di dekat panggung dia dengan tekun memperhatikan band ayahnya yang sedang beraksi tersebut. Pada masa kecilnya Thomas pernah bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek.

Semua pasti sepakat, laki-laki pendiam ini sangat disegani permainan bass-nya khususnya saat "LIVE". Thomas tercatat salah satu endorsee MUSICMAN dan SWR, berikut kutipan pertanyaan mini untuk Thomas mengenai gear yang digunakannya :

Q : "Bagaimana ErnieBall - Musicman STERLING 5 String w/ Piezo, buat seorang Thomas ?"
A : " ....MUSICMAN STERLING, sesuatu yang selalu jadi bagian dari kehidupan gw di rekaman dan manggung... buat gw dia adalah bagian dari jati diri gw di dunia musik Indonesia... Buktikan Sendiri !!!"

Q : " Thomas, Lo juga melengkapi gear-nya dengan SWR Working Pro 700H dipadu Cabinet Goliath 4x10, gimana 2 type ini buat lo?"
A : "buat gw pribadi, SWR adalah penghasil suara yang selalu memberi gw semangat disetiap rekaman dan manggung, TIDAK SALAH LAGI !!!"

Mau tau tentang Thomas, baca ini, sengaja dipost ulang buat buat mengenang, betapa BASS : memiliki sesuatu yang lain buat THOMAS

Keinginan menggebu Thomas untuk memiliki bassnya sendiri mengalahkan ujian masuk perguruan tinggi yang mestinya diikutinya. ''Hari pertama Sipenmaru, aku nggak ikut, tapi beli bass,'' katanya mengenang. Ia menggunakan uang yang mestinya untuk kuliah. Lewatlah Sipenmaru -- sebuah kesempatan yang, ketika itu, sangat diburu-buru oleh mereka yang baru lulus 'SMA.'Bayangkan, kuliah ditantangin sama ngeband, yang waktu itu [aku] lagi getol-getolnya,'' katanya pula Ia memang kemudian berhasil menembus Sipenmaru, pada kesempatan berikutnya, dan diterima di Jurusan Sastra Jepang, Universitas Padjadjaran, Bandung. Tapi semangatnya untuk ngeband -- bermain bass -- sudah tak bisa dihadang oleh apa pun. Sebuah pilihan yang belakangan membuatnya termasuk salah satu pemain bass terbaik di sini. Semula Thomas lebih akrab dengan gitar. Ia belajar instrumen paling populer ini sejak kelas 3 SD di Bandung. Mula-mula ia belajar dari kakaknya, tapi lalu ikut les gitar klasik. Masuk SMP, dan mulai aktif ngeband, ia mencoba-coba bermain bass. Ia makin asyik dengan instrumen baru itu saat SMA, dan mulai suka bolos sekolah (''Waktu SMA lagi bandel-bandelnya, tuh,'' ujarnya). Ia akrab dengan lagu-lagu Level 42, Uzeb, Deep Purple, Rush, Saga, dan banyak diminta main di mana-mana. Setelah main di mana-mana, Thomas makin yakin pada pilihannya. ''Akhirnya saya mikir ternyata main bass itu asyik juga. Dulunya [saya] nganggap biasa aja, cuman bunyi nada satu-satu gitu ... Tapi ternyata ada sesuatu yang lain,'' ujar kelahiran Bandung, 5 Maret 1967, ini. Bagi Thomas, bass adalah instrumen yang posisinya menentukan dan punya dua fungsi, yaitu rhythm dan melodi. Tidak seperti drum, misalnya, yang hanya berfungsi sebagai rhythm saja. Ia melihat bass bisa menjadi pemimpin instrumen lainnya. ''Contohnya kalau kord gitar Em, basnya E ya Em. Tapi kalau basnya C berarti bukan Em lagi. Kord gitarnya Em, kalau basnya saya pindah, keseluruhannya bukan Em lagi tapi jadi Cmaj7 ... Tapi bukan berarti instrumen yang lain nggak ada artinya. Masing-masing pasti punya keistimewaan tersendiri,'' kata pemilik bas merek G&L ini. Bass pula yang membawanya ke Jakarta. Ceritanya, ketika gitaris Michael Jackson ke Indonesia, Thomas diajak Baron, teman ngebandnya, yang menjadi guide, untuk menonton -- bahkan sampai ke back stage. Di situ ia bertemu dan berkenalan dengan beberapa musisi yang juga sedang menonton. Mereka, antara lain, adalah Pay, Bongky, Ronald, dan Anang. Ia mengundang mereka untuk menonton pertunjukannya di Bandung. Dan mereka, setelah memenuhi undangannya, lalu menawarinya untuk hijrah ke Jakarta. Waktu itu sekitar tahun 1991. Ia nekat, tanpa tahu apa yang akan dilakukannya. Ia mula-mula ''mendarat'' di markas Slank, Gang Potlot. ''Potlot tempatnya asyik. Suasana dan lingkungannya bener-bener enak buat ngeband,'' kata penggemar Erwin Gutawa, Yance Manusama, Donny Fattah, Billy Sheehan, dan Jaco Pastorius ini. Pada 1994 ia ikut mendirikan GIGI. Lepas dari GIGI, Thomas seperti menghilang. Belakangan, setelah sempat muncul di beberapa event, mulai ketahuan ia sibuk dengan grup barunya, Center, di samping menjadi pemain tamu (additional player) di Ahmad Band. Bersama rekan-rekannya di Center ia sedang mengumpulkan dan menggarap lagu-lagu baru, dengan konsep yang sama sekali berbeda dari GIGI. Banyak eksperimen, dengan dukungan peralatan yang computerized. Menurut Thomas, nuansa tekno dan ska sangat terasa di situ. Masih dengan bunyi-bunyian elektronik, Thomas sangat ingin membuat sebuah opera. ''Musiknya orkestra, tapi dengan sound elektronik, bukan dengan sekian banyak pemain string, misalnya. Jadi, saya akan main bass, tapi dengan synthesizer,'' katanya. Ia mengangankan kota tempat ia pernah menjalani masa kecilnya, Majalaya. Dulu, di sana, banyak sekali pabrik di sekitar rumahnya. Ia ingat benar bagaimana bunyi-bunyian mesin pabrik, dan ia mengibaratkannya sebagai sebuah irama musik dengan beat yang mengasyikkan. ''Opera itu menceritakan suasana industri yang penuh dengan bunyi mesin-mesin, bahkan sampai ada gedung yang roboh dan sebagainya,'' ujarnya .(duniaGIGI)

 

Name THOMAS RAMADHAN
Nickname Thomas
Occupation Bassist
Band GIGI
Social Network Facebook -
Twitter -
Website -
Gear SWR Headlite (Head)
Amplitude (Head)
Gholiat Senior (Cabinet)
Workingman 1x15 (Cabinet)
Video
Related Articles
Related Articles:
HitsHits : 749
smaller text tool iconmedium text tool iconlarger text tool icon

Comments  

 
+1 # Tweets that mention Thomas Ramdhan | BASS : sesuatu yang LAIN -- Topsy.com 2010-12-01 11:08
[...] This post was mentioned on Twitter by Rengga Patria Krisna, musicforlife. musicforlife said: Thomas Ramdhan | BASS : sesuatu yang LAIN [http://musicforlife.co.id/2010/11/thomas-ramdhan/] [...]
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

New_Image

banner_magazine