Ridho dapat dikatakan menghidupi musik yang ada di band bernama Slank. Sebuah band yang mempunyai massa paling besar di negeri ini. Berdiri di tahun 1983 dan melegenda. Slank tercatat sebagai band paling sukses sepanjang sejarah permusikan Indonesia. Baik secara industri maupun tingkat popularitasnya. Dan bisa disamakan dengan kepopuleran Koes Plus.
Keberadaan Ridho menjadi jiwa yang menafkahi syahwat musikalitas Slank. Sehingga Slank tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Ketika Slank dianggap begitu lebih istimewa bersama pendahulu-pendahulunya, Ridho bergabung di tahun 1997 dan menggairahkan kembali performa Slank lewat karya-karya yang apik dan karakteristik yang menarik.
Kepergian Ridho ke Hollywood Amerika Serikat untuk menuntut ilmu pergitaran di Musician Institute sebelum bergabund dengan Slank, adalah bukti bahwa gitaris kelahiran Ambon tahun 1973 ini memang benar-benar ingin berdedikasi dan bertotalitas pada suatu apapun menggunakan gitar.
Seiring dengan inovasinya dalam bergitar secara terus menerus bersama Slank, Ridho pun tercatat mulai ditahun 2011 mulai berinovasi menggunakan produk Laney. Laney sebagai ampli dianggap oleh Ridho dapat menjadi ujung tombak yang tepat sebagai penyampai bunyi di telinga pendengarnya. Produk Laney yang digunakannya yaitu: Laney VH 100R UK (Head), Laney GS 412 PS (Cabinet), Laney GS 212 IE (Cabinet), Laney VC 30 – 212 UK (Combo), Laney CUB 12 R (Combo), dan Laney L20T – 410 UK (Combo).
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Twitter
Facebook




