“Saya cuma berpesan pada dia. Kamu harus menguasai 3 lagu rock yaitu “Rock and Roll” nya Led Zeppelin, “Highway Star” nya Deep Purple dan “Tom Sawyer” nya Rush”, begitu pesan sang ayah (Jelly Tobing) kepada Ikmal.
Drummer kelahiran Jakarta 31 maret 1989 ini tumbuh dalam suasana penuh geliat bermusik dari ayahnya. Jelly Tobing yang seorang penabuh drum legendaris Indonesia, mewariskan segenap ilmu dan pengalamannya sebagai drummer papan atas. Jelly memang menaruh harapan besar supremasinya sebagai drummer menitis pada Ikmal yang kini berdandan ala punk dengan rambut mohikan. Setidaknya karakter enerjik dan berapi-api ada dan tampak pada keduanya.
Ikmal yang tergolong masih sangat muda sebagai drummer yang cukup terkenal di Indonesia, meraih embrio kesuksesannya dengan tergabung dalam band “The Rock” atau T.R.I.A.D bentukan Ahmad Dhani. Embrio tersebut tumbuh dan semakin besar dengan tingkat kepopulerannya yang semakin tinggi di bawah bendera The Rock. Bahkan di dalam band perannya pun terlihat sangat menonjol saat melakukan perform.
Peran yang sangat menonjol tersebut ia jalani sejak tahun 2009, selain dengan drum Tama, juga dengan cymbal Sabian yang meliputi Sabian APX Hihats 13”, Sabian Rocktagon Crash 18”, Sabian AAX Plosion Crash 19”, Sabian AAX Stage Ride 20”, Sabian Paragon Diamond Black Chinese 20”, Sabian AAX Plosion Crash 18”, Sabian Chopper 8”, dan Sabian HHX Chinese 18”.
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Twitter
Facebook




