Pria yang sudah mencapai umur 42 tahun ini bisa dikatakan sebagai seorang legenda di dunia horror. Bersama Cannibal Corpse, Alex membawa materi-materi yang mencekam lewat lagu. Dari mulai pembunuhan berantai, mayat, zombie, hantu dll. Tentu saja kesemuanya dibalut dengan iringan nada berirama brutal death metal. Citra yang ditunjukkan Alex sebagai musisi bersama band nya memang bisa dibilang unik dan sangat aneh. Bahkan beberapa orang menyebutnya menjijikkan.
Tema lirik lagu yang diangkat didominasi oleh cerita-cerita tentang pembunuhan. Bukan saja mengupas tentang hubungan sebab akibat dari pembunuhan tersebut, akan tetapi juga turut mendeskripsikan proses pembunuhannya dengan berbagai macam metode dan piranti untuk membunuh. Kemudian disebut bahwa Alex bersama band nya ini seakan begitu terobsesi dengan kematian. Kematian disajikan vulgar lewat lirik ataupun sampul album. Sehingga citra kematian pun sangat melekat. Dan akan sangat lumrah kemudian jika Alex bersama bandnya, Cannibal Corpse mengangkat aliran musik death metal.
Yang memang musik tersebut mempunyai standar khusus dalam hal tema lagu. Tema lagu yang dianggap tabu oleh masyarakat.
Maka akan sangat luar biasa kemudian, jika Alex justru semakin populer dengan citra kematiannya tersebut dan bahkan telah melegenda di dunia death metal bersama Cannibal Corpse. Sebagai salah satu penulis liriknya, Alex begitu sangat berpengaruh di dalam band nya. Bukan saja dari segi pencitraan band tetapi juga dari musikalitasnya.
Permainan bass seorang Alex Webster, sangat khas dan kemudian dibilang unik ketika ia berada di scene death metal. Menggunakan low tone setting pada bassnya ia seketika mengejutkan dengan permainan tangannya yang sangat cepat. Kemudian kembali mengejutkan dengan suara bass yang dihasilkan oleh gerakan tangan cepatnya tersebut, bukannya suara gemuruh melainkan irama yang sangat melodis. Hal tersebut tampaknya bukan menjadi rahasia lagi ketika ia telah dinyatakan menjadi endorsee dari salah satu produk amplifier bernama SWR. Dengan menggunakan head ampli kecil bernama SWR Headlite, sang legenda tersebut mendapatkan suara clean walau harus secara brutal mencabik-cabik dawai bassnya.
Bersama Cannibal Corpse, pria yang mengaku terinspirasi oleh beberapa band thrash metal seperti Kreator, Vader dan Slayer ini, telah mengarungi karier dengan menghasilkan 14 album. Dan dalam perjalanannya tersebut, ia sukses menulis lagu yang tercetak menjadi beberapa hit dari Cannibal Corpse seperti "Fucked with a Knife," "Puncture Wound Massacre," "I Will Kill You," "Devoured by Vermin," "Unleashing the Bloodthirsty" dan "Murder Worship".
ALEX WEBSTER
Tuesday, 13 September 2011 12:38
Twitter
Facebook




