Rock In Solo begitu menonjol dengan aspek kedaerahannya. Dalam hal ini kota Solo yang masih sangat terikat dengan Keraton Kasunanan-nya. Sangat berbeda dengan event-event metal lainnya, Rock In Solo sangat lekat dengan unsur lokalitasnya. Lokalitas dalam artian semangat yang dibangunnya. Semangat yang dibangun walau dalam kerangka luas dunia musik internasional.
Secara geografis dan sosiologis, Rock In Solo begitu kuat menemukan karakternya. Tempat penyelenggaraan event metal di daerah yang masih terikat dengan tradisi-tradisi budaya dan dikecam feodal. Tradisi yang mengharuskan untuk bertutur kata halus dan menghormati secara hirarkis. Seketika terasosiasi dengan penyelenggaraan festival metal terbesar di Eropa, yaitu Wacken Open Air (W.O.A) yang diselenggarakan di sebuah kota kecil bernama Wacken di Schleswig-Holstein, Germany bagian utara.
Dengan menampilkan musik rock dengan berbagai genre nya, Rock In Solo hadir begitu dinamis. Even ini sudah 5 kali diselenggarakan sampai tahun 2011. Disetiap penyelenggarakannya menyiratkan energi yang berbeda dengan temanya.
read more >>>

