Bagi sebuah band yang muncul dengan personel baru apalagi pada bagian vokal, hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi band untuk mengembalikan semangat cinta dari para fans yang sebelumnya sudah terpatri (khususnya untuk band ini) oleh karakter suara Kikan dan tampilan Kikan. Sesuatu yang hilang itu pasti akan sangat terasa. Akan tetapi ketika mereka tampil di panggung utama Pekan Raya Jakarta, dimana ada semacam tema wajib untuk menyertakan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air, maka hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Cokelat. Karena ketika nilai-nilai tersebut disuarakan lewat musik, entitas perbedaan yang ada itu melebur menjadi sebuah energi yang justru memunculkan kewajiban untuk bersama-sama menyuarakannya.
Jadi bukan hanya “menyenangkan” bagi penonton tetapi juga “menyenangkan” bagi Cokelat sendiri.
read more >>>

