Ritual sederhana di Salihara, Gong berbunyi tanda pertunjukan dimulai. Tepat pukul setengah 9 malam, suara gong menuntun pelan penonton masuk ke dalam ruangan. Set panggung minimalis, mulai dari background flat hitam, lighting cukup remang, alat musik dan piranti sound seperlunya telah menghampar siap di depan. Penampil malam itu adalah Belle du Berry (penyanyi dan penulis lagu) dan David Lewis (multi instrumentalis) yang tergabung dalam grup Paris Combo asal Perancis. Begitu siap dan tanpa aba-aba menyambut penonton tak lama setelah penonton menempati tempat duduk pilihan mereka masing-masing.
Tak terlalu riuh dan bisa dibilang tenang, penonton bertepuk tangan menyambut sang artis datang. “Bonzoir”, begitu sapa Belle.... pelan. Sebagian penonton pun menjawab, “Bonzoir” dan ada pula yang menjawab “Selamat Malam”.
Seketika Belle berkata “Terima Kasih” dan seketika itu pula penonton mengapresiasinya dengan tepuk tangan. Muncul berbusana long dress santai dengan motif retro, Belle membuka dengan tembang “Anemiques”. 14 lagu dibawakan Belle dan David malam itu dengan diiringi oleh Remy Kaprielan (drum) dan Denis Henault (bass and drum). Read more >>>

