MusicforlifeMusical InsightUps, Sexual Chocolate !

Ups, Sexual Chocolate !

Thursday, 31 March 2011 12:54

Good-ChocolateSegila apakah kehidupan seks para bintang rock dunia itu?

Gene Simmons seorang bassis merangkap vocalist grup rock legendaris-Kiss misalnya. Membuat klaim yang ternyata melebihi reputasi Hugh Heffner, bos Playboy, yang mengaku hanya pernah meniduri lebih dari 1000 perempuan.
Di lain situasi, Jimmy Page, gitaris Led Zeppelin ini tenar juga dengan aksi gilanya bersama groupies yang masih berumur 14 tahun (baca: sadomasokis).

Muncul kemudian sebuah dinamika seksual dari gemerlap kehidupan seorang rock-super-star yang cukup menarik dan tak banyak orang tahu dengan sebutan Sexual Chocolate

Alanis Morissette penyanyi Kanada berumur 36 tahun ini punya istilah sexual chocolate dalam albumnya Under Rug Swept.

Ini adalah isyarat khusus Morissette pada personel pengiring konsernya untuk berkencan. Caranya, Morissette biasanya mengajak anggota band pengiringnya untuk bersaing memainkan musik instrumental bersamanya. Jika ia merasa trance dengan salah seorang pemusik, maka hadiah sexual chocolate pun diberikan. Tak heran, ia terang-terangan bilang bahwa salah satu lagu di album barunya itu bertutur tentang pengalamannya bercinta “di bawah karpet” dengan salah seorang personel band pengiringnya.

Sexual Chocolate, dilihat dari strutur katanya, maka dapat kita artikan bahwa seks merupakan imbalan atau hadiah layaknya sebuah coklat yang diberikan dalam sebuah moment tertentu. Momen dalam hal ini ialah ketika sang artis merasa puas dengan kinerja anak buahnya. Hal seperti ini tidak serta merta dapat berlangsung begitu saja sebagai sebagai hubungan timbal balik belaka. Mengingat juga bahwa secara hirarki posisi artis dan band pengiringnnya merupakan analogi antara Raja dan Budak. Maka dibutuhkan keintiman yang luar biasa antara seorang artis dengan karya seni yang dimainkannya.
Jadi apakah hal ini masih bisa dibilang hal yang menyimpang, jika kita berbicara soal seni di sini?

Seks sebagai motif tertua dalam sejarah manusia, seperti disebut Freud, menemukan kegilaannya pada para superstar rock

Musik rock memang sering dilekatkan dengan drug dan seks. Segila apakah kehidupan seks para bintang rock dunia itu?
Apakah eksibisi seks semacam itu terbilang sebagai perilaku yang sakit?

David Allyn, PhD, seksolog lulusan Harvard yang menulis buku Make Love Not War menolak mentah-mentah penilaian semacam itu. Seks adalah perkara pribadi yang tak bisa diintervensi oleh siapa pun. “Seks adalah erotisme personal”, kata Allyn. Soal kegilaan itu, kata Allyn, sesungguhnya bukan persoalan para pelaku seks tapi persoalan persepsi masyarakat yang selama ini hidup dengan nilai-nilai konservatif. Persepsi ini sama seperti ketika masyarakat AS bereaksi hebat pada 1960-an ketika pil antihamil mulai populer. Masyarakat, katanya, cenderung merasa nyaman dengan nilai-nilai konservatif yang mereka anut.

HitsHits : 485
smaller text tool iconmedium text tool iconlarger text tool icon

Add comment


Security code
Refresh

New_Image

banner_magazine