Sebut 1 nama gitaris di dunia yang tidak tahu Mesa/Boogie. Atau sebut 1 gitaris juga yang tidak pernah mendengar nama Carlos Santana. Bila mereka bahkan tidak tahu salah satu saja, berarti ada yang salah dengan status mereka sebagai gitaris. Kedua nama itu adalah legenda di dunia hingar bingar distorsi. Yang satu sangat terkenal dengan high gain distorsi buasnya, yang satu lagi terkenal dengan crystal clear tone maupun scale uniknya.
2 hal yang sangat bertolak belakang ini ternyata bila dilihat jauh mundur memiliki relasi yang sangat erat. Di tahun 1969, sebuah amplifier berbasis fender princeton hasil modifikasi iseng dari Randall Smith, pendiri mesa/boogie, menjadi dasar relasi erat mereka untuk 42 tahun kedepannya. Randall memodifikasi box ampli supaya cukup untuk memasukkan sirkuit fender bassman ke dalam box kecil princeton 12 watt, sekaligus mengganti cabinet dari 10' menjadi 12'.
Randall lalu membawa hasil 'prakarya'nya ke toko alat musik tempat ia bekerja, yang secara kebetulan ada seorang gitaris muda yang baru saja memukau publik woodstock 69 sedang mampir. Sang gitaris diminta mencoba hasil modifikasinya.
Sangat intens mencoba sehingga trotoar di depan toko dipenuhi orang-orang yang berhenti ingin melihat ampli kecil yang meraung-raung melebihi ukurannya. Setelah selesai, sang gitaris puas dan terpukau berkata :
"Man, that little thing really boogies!" ("bung, ampli kecil itu keren banget!").
Nama gitaris itu adalah Carlos Santana.
Dan kalimatnya kepada Randall itulah yang menginspirasi untuk memberi nama produk ampli iseng-iseng itu dan nama perusahaan Randall di masa depan maupun awalan dari relasi panjang mereka Dalam perjalanan karirnya, Santana tidak hanya mengandalkan karya Randall untuk menghasilkan tone uniknya. Berbagai efek menghiasi pedal boardnya, termasuk ibanez modulation delay dan ibanez tubescreamer di chain pertama setelah gitarnya dan Mu-Tron
Volume/Wah Wah
Namun keunikan seorang Santana tidaklah semata terbentuk semata karena peralatan.
Tangannya lah yang menentukan maupun backgroundnya yang seorang imigran dari Mexico membentuk karakter musiknya sehingga para pendengar akan mendapat campuran dari rock, fusion, jazz, sekaligus latin dengan sesekali ritme-ritme perkusi Afrika dalam lagu-lagu maupun lick-licknya. Pentatonic yang keluar dari PRS-nya juga berbeda dari pemain lain karena latar belakangnya ini.
Beberapa hal unik dari Santana adalah ia jarang menggunakan vibrato konservatif namun tetap bisa mendapatkan not yang panjang, tersustain. Hal ini dimungkinkan karena sebelum tampil, Santana menyetting amplinya dengan level volume yang sama seperti level nanti perform.
Lalu ia akan mencari titik nyaman untuk berdiri di panggung dimana ia bisa mendapat cukup feedback dan sustain dari ampli cabinet namun tanpa sampai harus keluar feedback yang mengganggu. Setelah ketemu, akan ditandai dengan marking tape. Sehingga di saat perform nanti, ia akan ke spot itu disaat perlu membuat not tersustain panjang.
Selain memposisikan gitar didepan speaker cabinet tentu masih banyak hal-hal lain untuk mendapat sustain panjang seperti Santana, misal lewat pemilihan penggunaan humbucker pick up, kayu bodi gitar yang lebih berat, sampai rosewood brazil yang digunakan untuk fretboardnya Nantikan penampilan gilanya di Java Jazz Festival 2011 !
Jumat | Stage : D2 AXIS Hall | 21.00 – 22.15 wib
Sabtu | Stage : D2 AXIS Hall | 22.30 – 23.45 wib
- Related Articles
- Related Articles:VOX Guitar New King On The Block (492 Hits)Burning in the Skies, New Single Linkin' Park (1362 Hits)The Strokes "Angles" (729 Hits)The Killers at Lolapalooza (268 Hits)Fourplay The Power of Four (227 Hits)
Twitter
Facebook




