Kisah tersebut di tampilkan dalam gerak dan suara tanpa perantara. Secara langsung disaksikan oleh kurang lebih 500 ratus pasang mata. Tentang perjalanan menggapai tujuan bersama dengan berbagai dinamikanya. Madah Bahana Universitas Indonesia menggelar pementasan “Simfoni Kenangan Sebuah Perjalanan” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (21/01). Menjadi menarik ketika gegap gempita marching band dihadirkan di arena yang tak begitu luas dengan penerangan cahaya yang minimalis, citra megah di setiap kemunculannya dihadirkan dengan sensasi yang berbeda. Dramatisasi mengambil peran penting untuk memberikan pandangan lain dalam menyikapi sebuah pementasan marching band didalam gelaran ini. Dramatisasi tersebut berkenaan dengan segala suka duka yang ada di dalam tubuh MBUI selama melangsungkan aktifitasnya dalam kurun waktu beberapa tahun ini. Sang sutradara yaitu Harini Tunjungsari sendiri menyatakan bahwa ini adalah eksperimen bagi MBUI dan mungkin juga bagi dunia marching band Indonesia. Beliau menambahkan bahwa kesenian hanya akan berkembang jika kita berani menembus batas yang ada sambil tetap berpegang teguh pada usaha peningkatan kualitas. Atmosfer rendevouz yang tersaji dalam pementasan tersebut adalah kronologi masa ke masa sebagai perwujudan dari ‘passion’, ‘cinta, ‘kenangan’ rekan-rekan yang pernah terlibat dalam dunia marching band di Indonesia, di bagi dalam 15 tahapan tema yang terwakili dengan 15 judul lagu.
Setiap lagu menjadi momentum berlangsungnya sebuah masa yang dipaparkan lewat tari dan peran. Dari mulai tahapan Pembuka dengan lagu berjudul “A Night on Bald Mountain” yang pernah dibawakan MBUI pada GPMB 2000 atas aransemen Rene Conway pada saat itu, romantika yang terjalin antar anggota marching dalam tema Keluarga Seru dengan lagu “Kapan Ku Punya Pacar”, lagu milik penyanyi legendaris asal Inggris, Sir Elton John yang berjudul “Don't Let The Sun Go Down On Me” sebagai momentum penuturan kisah-kisah seperti; ketika meninggalnya salah satu anggota marching dan insiden kecelakaan yang menimpa salah satu anggota dimasa sedang akan mengikuti kompetisi yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan tema Hasil Transformasi sebagai titik kulminasinya. Dengan membawakan komposisi lagu yang menjadi momentum kebesaran Madah Bahana Universitas Indonesia dan dengan komposisi lagu ini, MBUI meraih peringkat pertama dalam GPMB 2010, sebuah lagu yang diberi berjudul “Siluet 1956”.
Tercatat masih ada beberapa momentum-momentum lain yang mengisahkan dinamika perjalanan MBUI, akan tetapi diantara ke 15 scene tersebut, yang menjadi misi utama diselenggarakannya pementasan ini terdapat di scene terakhir, yaitu ketika MBUI ini akan melangsungkan Misi Budaya 2012 ke Thailand. Pementasan ini sendiri juga merupakan bentuk untuk mendapatkan dukungan secara moril maupun materiil dalam rangka melangsungkan misi budaya tersebut, ikut berpartisipasi dalam pementasan tersebut beberapa bintang tamu yaitu Adi Junmon Noer, Andreas Manalu, Sehat Kurniawan, Fataji Susiadi, Ditto Priyawardhana, Teguh Darmawan, Sopuan, Susanto “Sonyol” Hadi, Alumni UI dan Marching Band Gema Persada Al-Azhaar.
Profil Madah Bahana:
www.madahbahana.org
- Related Articles
- Related Articles:Indonesia Berkebangsaan Rusia (637 Hits)1000 Gitar Untuk Anak Indonesia (1033 Hits)Indonesia Reggae Fest 2011 (497 Hits)BETA MALUKU Nyanyian Damai untuk Indonesia (819 Hits)
Twitter
Facebook




