MusicforlifeFestival & Concert

Festival & Concert

Monday, 23 April 2012 00:00
Print PDF

GBH-webDi Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, komunitas Punk masih begitu aktif melancarkan aksi musikalitasnya. Tercatat hampir di setiap hari para punkers menggelar acara musik atau juga band-band punk yang turut serta mengisi acara musik yang bersifat umum. Hal ini menandakan bahwa secara eksistensi, musik punk itu semakin diakui dan semakin akrab di telinga masyarakat sekarang ini. Dengan situasi tersebut, tak ayal jika citra rusuh di dalam acara musik punk  dan musik keras pada umumnya itu sekarang telah sirna. Dikatakan demikian karena hal tersebut memang sudah terbukti sampai detik ini bahwa penyelenggaraan acara musik punk atau musik keras lainnya itu mampu berjalan aman dan tertib. Apalagi kalau ketika yang menjadi tontonan tersebut adalah sang legenda. Maka tak hanya keakraban yang berlangsung, namun juga kesepahaman yang kuat, se-iya sekata bahwa masing-masing penonton wajib untuk selalu membangun kemeriahan di setiap menitnya.

 
Tuesday, 10 April 2012 00:00
Print PDF

olivia newton john 1Olivia Newton-John ialah superstar, peraih 4 kali Grammy Awards dan berbagai macam penghargaan berkelas dunia, pesonanya begitu kuat dengan keberadaannya sebagai penyanyi sekaligus juga bintang film, dua karier yang bersinergi dan mampu mengangkat kepopulerannya, menjadi primadona di jagad raya dengan paras cantik, gerak lincah dan manis suaranya. Tentu saja kita terasosiasi dengan sebuah film musikal Grease dimana Olivia mampu menjadi icon remaja bersama seorang John Joseph Travolta. Semua kegemerlapan tersebut tampak sirna dihadapan kurang lebih 2000 mata yang menyaksikannya, dalam gelaran acara konser tunggal sang bintang 39 tahun kemudian. Tepatnya di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, tanggal 8 April 2012, OLIVIA NEWTON-JOHN menggelar konser yang bertajuk “The Greatest Hits Night”. Suara vokal yang tipis dengan konsep acara yang minimalis. Tampak Marygops Studios dan Duta Talitakum sebagai penyelenggara keseluruhan acara mengakomodir kondisi-kondisi yang ada dengan tepat. Bahwa bintang berumur 54 tahun ini disajikan kepada penonton dengan atmosfer atau nuansa keakraban yang sangat erat. Dengan kata lain, ini adalah konser paripurna dengan lebih menonjolkan sisi nostalgia. Maka kemudian segmentasi pun muncul. Segmentasi yang berdasar pada range usia dan kelas sosialnya. Usia yang berkisar di angka 40 tahun keatas dengan berbusana atau juga bergaun rapi dimana tampak saling aktif berkomunikasi sembari mencicipi hidangan dan mengecap  minuman yang secara khusus telah dipersiapkan penyelenggara untuk menunggu konser dimulai.

 
Tuesday, 10 April 2012 00:00
Print PDF

morrissey event calGet Closer with Morrissey berkat Indika Productions
Setelah sukses mendatangkan rapper legendaris 50 Cent dan juga grup band pemenang Grammy Award asal San Fransisco, California, Amerika Serikat, TRAIN, kini Indika Productions berhasil mengundang salah satu penyanyi pria legendaris asal Inggris yang sudah ditunggu-tunggu oleh penggemarnya di Indonesia, Morrissey, yang akan hadir mengusung nama konser MorrisseyLive in JAKARTA pada tanggal 10 Mei mendatang, di Tennis Indoor in Door Senayan.

Morrisey
atau bernama lengkap Steven Patrick Morrissey memulai kariernya sejak tahun 1982, dengan menjadi vokalis dari grup musik The Smiths. Band ini dianggap sebagai salah satu band indie yang paling penting di era 80-an karena memiliki pengaruh yang luar biasa bagi genre musik indie dan yang belakangan disebut dengan Britpop. Namun, setelah The Smiths bubar pada tahun 1987, Morrissey tetap melanjutkan karier di dunia musik sebagai solois. Selain musik, mulai 2011, Morrisey aktif berpatisipasi dalam kampanye untuk kelompok pegiat hak-hak binatang atau People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Dia dipuji karena membantu membuat dunia menjadi tempat yang lebih ramah bagi binatang, melalui kampanyenya akan hak-hak binatang dan gaya hidup vegetarian.

 
Friday, 06 April 2012 00:00
Print PDF

ed trooper on The Iron MaidensSeperti penuturan Kristen Rosenberg a.k.a Bruce Dickinson [vokalis] sewaktu jumpa pers, bahwa ia akan menghadirkan Eddie di panggung. Dan hal tersebut dibuktikannya dalam konser keesokan harinya ketika The Iron Maidens, band tribute resmi Iron Maiden tampil di Rollingstone Cafe, Jakarta (5/04). 4 tokoh Eddie sekaligus dihadirkannya, keempat tokoh Eddie tersebut menjadi penanda judul-judul lagu yang akan atau tengah dibawakan, dengan kata lain karakter tersebut merupakan ikon dari album-album yang terdapat dalam sampulnya, dimana materi-materi lagu dari album tersebutlah yang dibawakan. Maka konser band perempuan seksi yang dipromotori oleh Blackrock dan Bloodbrothers ini dapat dibilang berlangsung menarik. Tokoh Eddie yang muncul pertama ialah sosok monster dengan tampilan futuristiknya dan memegang senjata laser. Penampakan tersebut dapat dijumpai dalam sampul album Iron Maiden di tahun 1986 yang berjudul Somewhere in Time, lagu Wasted Years yang merupakan hits dari album Somewhere In Time ini menjadi momentum keberadaan sang monster. Walaupun sebelumnya konser dibuka dengan lagu Acces High, 2 Minutes To Midnight, dan Evil That Men Do.

 
Tuesday, 03 April 2012 11:21
Print PDF

YES-2012-courtesy-photoDaratan britania telah banyak melahirkan legenda-legenda dunia, mulai dari tokoh kerajaan, ilmuwan, sampai pemain sepak bola, belum lagi ketika kita berbicara soal seni dan budaya khususnya di bidang musik. Nama-nama seperti The Beatles, Rolling Stone, Queen, Iron Maiden, Elton John telah menginspirasi dunia dalam bermusik sampai detik ini. Kemudian menjadi keyakinan yang kuat ketika musisi Inggris tampil, maka sebuah konser besar sedang berlangsung. Telah dinyatakan oleh Variant Entertainment bahwa grup band progressive rock asal Inggris era 60-an yaitu YES akan melangsungkan konsernya di Indonesia, tepatnya di Ritz Carlton, Pacific Place Ballroom, Jakarta (24/04). Pernyatakan tersebut dilontarkan oleh Triadi Noor selaku pimpinan dari Variant Entertainment yang mempromotori konser YES World Tour 2012 “Celebrating Years of YES In One Wonderous Night” dalam jumpa pers yang diadakan di Plaza Senayan, Jakarta (16/03).

Dalam konteks sebuah bisnis hiburan, hal ini merupakan tindakan yang berani dari Variant. Karena di dalam ke-legenda-annya, YES membawa segmentasi yang kuat melalui musik yang disajikannya, sebuah komposisi unik antara rock, jazz dan pop yang memunculkan atmosfer sangat klasik. Bahwa band yang lebih teridentifikasi  sebagai band beraliran progressive rock, secara musikal masih tabu di pendengaran masyarakat Indonesia pada umumnya. Ditambah keberadaan band ini yang sudah cukup tua.Namun dengan kondisi tersebut, sangat lumrah kemudian jika Variant juga memunculkan segmentasi dari penyelenggaraan acara ini dengan membandrol tiket seharga 750 rb sampai 9 Juta rupiah. Maka segmen menengah ke atas menjadi dinamika pasar bagaimana kapasitas tempat yang mampu menampung 4500 audience tersebut dapat dengan maksimal terpenuhi. Triadi sendiri menyatakan bahwa harga YES memang mahal karena penontonnya tidak banyak. Kemudian dalam kesempatan yang sama Triadi juga menyatakan bahwa penjualan tiket sudah mencapai hampir 50%.

 
Monday, 02 April 2012 00:00
Print PDF

anthraxApa yang disuguhkan ANTHRAX dalam konsernya di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta (31/03) adalah suguhan musik yang kental akan karakter sound Amerika. Distorsi yang kuat dengan irama-irama yang akrab. Ditambah keberadaan HELLYEAH dalam konser tersebut, menjadikan keseluruhan acara musik yang dipromotori oleh Blade Indonesia ini sebagai pestanya para koboi musik metal. Citra yang mengemuka dari dua band asal Amerika ini adalah antara beer dan rock n' roll. Hal tersebut tampak dalam jumpa pers konser ini sehari sebelum konser dilangsungkan. Di Sheraton Hotel, Jakarta (30/03), dengan dingin Anthrax yang diwakili oleh Scott Ian bersama seluruh personel dari Hellyeah yaitu Chad Gray (guitar), Tom Maxwell (guitar), Vinnie Paul (drums), Gregg Tribett (guitar), dan Bob Zilla (bass) menyambut para wartawan dengan acungan segelas beer di tangan. Hal tersebut menjadi pesona tersendiri disamping keberadaan mereka sebagai superstar.

 
Friday, 30 March 2012 00:00
Print PDF

earth wind and firePerpaduan antara bumi, angin dan api mampu membentuk sebuah formulasi musik yang prima sebagai tontonan konser nostalgia. Dikatakan nostalgia, karena konser yang dipromotori oleh Original Production ini menghadirkan EARTH, WIND & FIRE sebagai sosok legenda band RnB asal Amerika kelahiran 1969 yang begitu populer, salah satunya lewat tembang “After The Love Has Gone”. Di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (28/03), peraih penghargaan baik Hall of Fame maupun Walk of Fame di Amerika ini melangsungkan konsernya dalam kemeriahan. Earth, Wind & Fire telah mengkoleksi sebanyak 7 album di sepanjang kariernya hingga sekarang. Berbagai macam penghargaan berkelas internasional pun dikoleksinya. Dari mulai Grammy Award, American Music Award, Hollywood's Walk of Fame,  Rock and Roll Hall of Fame, sampai  BET Lifetime Achievement Award dan masih banyak lagi lainnya. Kebesaran band ini tercipta karena mampu melewati pergeseran trend musik secara besar-besaran yang terjadi di periode tahun 70-an hingga 80-an ketika unsur klasik dibabat habis oleh era musik elektronik. Earth, Wind & Fire mampu mengakomodir dinamika yang ada tersebut dengan musik RnB nya.

 
Thursday, 29 March 2012 15:05
Print PDF

TOE live in Jakarta 2012Apa yang disajikan oleh TOE, grup band asal Jepang dalam konsernya di Museum Arsip Nasional, Jakarta (18/03), adalah sebuah keterasingan. Terdengar asing di telinga dan tampak asing di kedua mata. Bahwa ketika musik menjadi sebuah tontonan, maka segala pemahaman tentang apa yang telah disaksikan sebelumnya menjadi acuan. Keseluruhan konser yang dipersembahkan oleh Star D Protainment tersebut menjadi sajian musik yang sangat jarang dihadirkan. Pertama dari segi venue nya yaitu di Museum Arsip Jakarta. Sebuah bangunan tua peninggalan Belanda yang berdiri tegap dengan jendela serta pintu yang besar dan kesemuanya tampak sudah “di-remaja-i”. Di sekeliling ornamen taman tampak menghiasi lengkap dengan bangku dan lampunya. Sebuah sinematografi yang manis dalam suasana senja yang hampir habis. Semakin gelap, antrian semakin memanjang hingga pada akhirnya pukul delapan tepat, semua antrian memasuki  gedung lewat pintu utama dengan tiga pembagian jalur antrian. Merangsek ke dalam, ruangan terasa lega dengan penampakkan sudut-sudut dinding yang kosong tak berperabot. Hanya nampak sebuah gong tua yang sangat mencolok di antara nihilnya keberadaan benda lainnya. Pada akhirnya di jumpai bahwa konser dilangsungkan di pelataran tengah bukan di dalam gedung.

 
Tuesday, 13 March 2012 01:44
Print PDF

DSCF8919Ketika sehari sebelum konser tepatnya di waktu press conference pada tanggal 24 Februari 2012 di Hotel Sultan, Jakarta, Amy Lee dkk menyatakan berbagai macam bentuk keantusiasannya untuk melangsungkan konsernya dengan kata-kata seperti seperti; “We are very excited”, “Can't Wait” sampai “Let's Rock”, pada saat konser tersebut berlangsung, tercipta sebuah ironi antara musik yang berkualitas dan konser yang berkualitas. Bahwa fakta-fakta yang ada adalah 22 lagu dengan durasi 2 jam penampilan· yang telah dijanjikan hanya bisa ditunaikan dengan 17 lagu dalam durasi tak sampai 1,5 jam, kemudian kualitas sound sekelas konser internasional untuk Evanescence pun masih kurang sempurna, namun fakta-fakta tersebut kemudian tak mampu menyembunyikan sebuah fakta juga bahwa antusiasme penonton kepada Evanescence· di Hall A, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta (25/02) sangat tinggi walau dalam jumlah sedang. Dalam ruangan hall tersebut, atmosfer· di bawa ke Eropa abad pertengahan. Irama musik gereja atau kemudian yang dikenal dengan irama musik klasik dikemas dalam citra dan distorsi musik rock. Banyak dinyatakan membawa aliran Gothic, Amy Lee [Vokal, Piano, Harpa dan Keyboards], Tim McCord [Bass], Terry Balsamo [Gitar], Will Hunt [Drummer], dan Troy McLawhorn [Gitar] secara teknis begitu berbakat menyajikan 17 lagu mereka meliputi; What You Want, Going Under, The Other Side, Weight Of The World, The Change, Made Of Stone, Lost In Paradise, My Heart Is Broken, Lithium, Swimming Home, Sick, Oceans, Sober, Imaginary, Bring Me To Life, Your Star, dan My Immortal. Namun di dalam hall tersebut juga, suara menjadi pecah diujung penghabisan setiap nadanya.

 
Tuesday, 13 March 2012 01:28
Print PDF

asd1Sekitar 500 anak muda dikisaran umur belasan tahun riuh berkumpul di pelataran Bulungan outdoor, Jakarta untuk memyaksikan· konser sebuah band yang benar-benar menjadi representasi atas segala dinamika dan aktualitas mereka. A Skylit Drive, baik dari sisi musikalitas maupun tampilannya menjadi sesuatu yang digemari remaja sekarang ini. Bahwa dalam konser A Skylit· Drive di Bulungan Outdoor, Jakarta (25/02), sajian musik post hardcore dihadirkan oleh brand clothing asal Bandung bernama HYS Denim. Pihak HYS Denim sendiri menyatakan bahwa keberadaan mereka dalam konser ini merupakan apresiasi mereka terhadap culture musik anak muda. Maka kemudian begitu tersegmentasi benar penonton yang datang. Raut wajah· segar dengan ekspresi keceriaan. Ketika konser dimulai keantusiasan terwujud dalam gerakan-gerakan tubuh yang bebas.

 

Page 1 of 16

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

New_Image

banner_magazine