Berawal dari hendak membuat acara perayaan festival budaya Jepang, dengan adanya musibah bencana yang terjadi di negara sakura tersebut, acarapun menyertakan format charity, Pray For Japan di dalam keseluruhan rangkaian acara.
Sebuah acara dengan berbagai pos-pos kebudayaan Jepang. Seperti Manga yang merupakan seni komik Jepang, Taiko Okinawa yaitu seni menabuh drum, Kendo seni bela diri Jepang dan perlombaan design karakter Jepang.
Alasan pengangkatan tema kebudayaan Jepang sendiri selain pihak panitia adalah kelompok ekstrakulikuler bahasa Jepang (menurut ketua panitia, Friska) adalah bahwa kami ingin lebih maju lagi dengan membuat karya-karya, salah satunya dengan mengenalkan kebudayaan Jepang ke masyarakat.
Acara yang memakan waktu persiapan terbilang cukup pendek untuk ukuran festival bagi remaja sma ini merupakan hasil gotong-royong para siswa dengan berbagai cara.
Dari pengumpulan dana, mereka mencari uang dari donatur yang terdiri dari orang tua siswa, para alumni-alumni dan sponsor-sponsor yang mereka upayakan sendiri. Kemudian mereka juga menjalin sendiri hubungan dengan Japan Foundation untuk berkoordinasi dalam hal charity. Tak kalah penting juga untuk diinformasikan bahwa untuk venue lokasi SMUN 67 yang terbilang relatif jauh dari pusat keramaian, keberlangsungan acara tersebut tampak meriah.
Berlangsung dari siang sampai malam, dengan puncak acara menampilkan format band-band yang terbilang cukup unik. Dalam acara tersebut tampil 4 band dengan berbeda-beda aliran tapi dengan membawa tema yang sama yaitu Nippon Kaori atau bernuansa Jepang.
Band untuk membuka acara puncak tersebut adalah Black Jasmine dan Broken Inside, yang mengusung irama Death Metal dan Metal Core. Tak ada kesan seram, lebih muncul keceriaan dengan bertujuan untuk memeriahkan walaupun keduanya mengangkat lirik lagu yang cukup berat, yaitu Black Jasmine, mengangkat isu sosial sedangkan Broken Inside membawa cerita-cerita legenda kesatria jaman Yunani Kuno.
Kemudian hadir Wasabi, dari namanya sendiri kita tahu bagaimana aromanya. Wasabi dari pertama muncul di tahun 2001 memang sudah mendengungkan musik pop yang berbaur dengan style-style Jepang baik secara karakter sound maupun karakter penampilan atau yang lebih dikenal dengan istilah J-Pop. Band satu ini paling menyita perhatian para gadis-gadis remaja yang dengan riangnya bersorak dalam rintiknya hujan.
Untuk yang terakhir, tampilah Melody Maker, hadir dengan riasan corpse paint, memakai kostum serba hitam dan tentu saja mengalunkan cadas musik metal, band ini menggebrak dengan menggunakan lirik berbahasa Jepang. Tidak hanya itu, kekompakan aksi panggung antara personelnya, membuat Melody Maker terkesan menyenangkan untuk disaksikan.
Seusai acara pihak panitia menuturkan bahwa :
” keuntungan dari tiket kita sumbangkan buat Jepang... ini pertama kali bagi kami, kami senang karena untuk acara perdana, kami bilang ini sukses“
- Related Articles
- Related Articles:Sesuatu yang lain buat THOMAS (743 Hits)Poema duo akustik yang cantik (122 Hits)10 yang paling CANGGIH di NAMM 2011 (1243 Hits)METAL CROT : Menghidupkan Yang Sudah Mati (920 Hits)
Twitter
Facebook




