Penetrasi Sederhana adalah kesan yang tepat untuk menggambarkan kelangsungan konser CHILDREN OF BODOM di Bulungan outdoor (15/11). Tanpa foreplay Children of Bodom memecah malam diluar ruang Bulungan, Hate Crews yang hadir (*para fans berat COB, red) sebagian kecewa, karena masih ingin berlama-lama bersama si Moody Alexi Laiho dan Cs. durasi acara yang dibesut oleh promotor Shownation ini agak ngebut dan tidak seperti atmosfer konser artis luar negeri di Bulungan Outdoor umumnya, banyak wajah-wajah resah yang berharap personil Children Of Bodom mingle untuk sekedar photo-photo dan tanda tangan session. Sayang sekali ...
Mulai di hampir pukul tujuh dan selesai tak sampai di angka sembilan. Children Of Bodom melantunkan musiknya begitu cepat. Tak hanya cepat, tetapi juga sangat rapi. Lumayan menggigit ketika apa yang tersaji begitu mirip dengan apa yang mereka kemas dalam albumnya. Hal tersebut sebagai bukti kematangan band asal Finlandia kelahiran 1993 ini.
Sebagai bentuk promo album terbarunya yaitu RELENTLESS RECKLESS FOREVER yang merupakan album ke-8 mereka, satu persatu materi lagu didalamnya di geber beruntun dengan optimal. Judul-judul seperti “Not my Funeral”, “Ugly”, “Roundtrip to Hell and Back”, dipadukan dengan materi lagu-lagu di album sebelumnya mereka seperti; “Are You Dead?”, “Down Fall”, “Blood Drunk” dll. Total 17 lagu mereka bawakan dengan mulus.
Kerja sama band dalam menghasilkan musik dalam grup ini terlaksana dengan baik. Tampak begitu stabil dengan dinamika tempo yang dimiliki. Kepiawaian masing-masing personel dalam memainkan alat musik yang dipegangnya menjadi pemandangan yang mengenakkan. Alexi Laiho [ lead vocals, lead guitar] , Roope Latvala [rhythm guitar, backing vocals ], Jaska Raatikainen [drums], Henkka Seppälä [bass guitar, backing vocals], dan Janne Wirman [keyboards, synthesizer] tanpa kesulitan menggeber musiknya selama 1,5 jam dihadapan ratusan penonton yang datang.
Ditambah COB sendiri menyatakan bahwa mereka menganut Melodic Death Metal. Salah satu cabang dari musik metal yang lebih menekankan akan kekuatan melodi di setiap sumber bunyinya. Dan bukan hanya dari alat musik, karakter vokal scream Laiho terdengar masih terlalu clean untuk ukuran death metal atau metal pada umumnya. Sehingga kesan melodis terasa kental dalam sajian musik yang dilantunkan oleh Children Of Bodom. Belum lagi bagaimana keberadaan Janne Wirman dengan keyboard synthesizer nya yang begitu mewarnai musik death metal COB dengan nada-nada yang tak begitu popular untuk disajikan di scene death metal.
Terlepas dari adanya itu semua, menjadi fakta dilapangan bahwa konser terselenggara dengan durasi yang minim. Hanya sekejap terasa perhelatan konser yang dipromotori oleh Shownation ini. Alasan tak diperkenankannya pemakaian area Bulungan Outdoor sampai pukul 9 malam tentu kemudian muncul sebagai faktor yang utama. Akan tetapi faktor persiapan tetap menjadi wacana krusial untuk dipahamkan. Bahwa konser ini seharusnya dapat dioptimalkan. Dengan band pembuka yang kemudian diakhiri COB sebagai penuntasan. Dan mengingat bahwa venue Bulungan Outdoor adalah subtitusi dari rencana semula di Hall Basket Senayan, perpindahan mendadak karena kepentingan Pesta Olahraga Sea Games memang tidak bisa dihindari, maka predikat konser yang eksidentil muncul di gelaran satu ini. Bahkan dalam level tertentu, memunculkan wacana bahwa Children Of Bodom sekedar hanya ingin kejar setoran saja dan bagi penyelenggara... kurang antisipatif.
- Related Articles
- Related Articles:Upcoming : CHILDREN OF BODOM live in Jakarta (1050 Hits)
Twitter
Facebook




