Event bernama UNIVERSOUND yang diproduksi oleh Edelweis Entertainment bertempat di Koffie Doeloe, Jl. Cirendeu Raya 72, Lebak Bulus, Jakarta (13/02) ini kembali membangkitkan kesadaran kita akan betapa kuatnya musik metal. Apresiasi yang ditunjukkan para pengisi acara dapat dikatakan luar biasa. Satu persatu band yang masih dalam tahap membangun eksistensi, tampak menampilkan diri dengan totalitas penuh walau dengan kondisi infrastruktur manggung yang seadanya di Koffie Doeloe, area panggung yang hampir gelap, tata sound dan instrumen musik yang minim dan tempat berlangsungnya acara yang kecil, fakta-fakta tersebut tampak tak membuat semangat para pengisi acara menjadi surut, justru profesionalitas tersaji dengan penampilan penuh ekspresi yang didahului dengan setting sound dan instrumen yang matang sehingga musik yang dihasilkan pun tak mengecewakan mengingat kondisi soundsystem yang ada. 12 band secara bergantian menunjukkan aksinya dari mulai pukul 7 sampai 12 malam. Sebagian besar pengisi acara yang terdiri dari Birahi, Grasshopper Butterfly, Madinah, Rooster Project, Gr3mlin5, Apotapsy, Doomforbutcher, Atresia Bilier, Salah Kiblat, Freizin Terror, Bleeding Liver dan Serena After Dead merupakan band asal Bekasi. Nampak bahwa Universound ini menjadi ajang eksebisi band-band asal Bekasi, jauh-jauh dari Bekasi tampil membawakan 2-3 lagu, selesai kemudian selang beberapa menit terus pulang ke bekasi kembali, satu situasi yang menarik, karena ketika hal tersebut menyiratkan sebuah kondisi bahwa band yang tampil benar-benar menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam scene metal ini, sementara itu alhasil acara pun tampak sepi dan ruang utama di Koffie Doeloe begitu lengang.