Musik dan Teknologi mempunyai hubungan kausal yang erat. Antara dibutuhkan dan membutuhkan, industri menjadi faktor penting di antaranya. Sangat penting karena hal tersebut yang kemudian merubah idealisme seseorang dan bahkan dalam level ekstrimnya dapat merubah selera bermusik seseorang. Pada hakekat yang telah disepakati, kehadiran teknologi adalah untuk mempermudah manusia dalam beraktifitas. Waktu menjadi isu yang utama seiring dengan perkembangan zaman sekarang ini. Dimana secara langsung ataupun tidak langsung menginginkan semua bergerak serba cepat. Inovasi terkonversi hanya dalam satu kedipan. Maka budaya berpikir harus segera direalisasikan.
Akan tetapi yang menjadi poin menarik adalah ketika kehadiran teknologi justru dianggap menghilangkan cita rasa atau karakter yang sudah ada. Maka ini yang menjadi tantangan bagi para musisi untuk dapat mengontrol teknologi, bukan menjadi budak daripada keberadaan teknologi. Dalam hal ini ketika betapa maha canggihnya sebuah alat musik, masih harus takluk dibawah ke-aktif-an kita dalam berpikir.
Tak bisa dipungkiri bahwa keyboard memang mempunyai segmentasi yang kuat. Sebagai salah satu jenis alat musik, keyboard kuat dipasarnya tersendiri. Fungsinya dalam kehidupan bermusik kerap didominasi oleh kalangan profesional dan juga kalangan menengah keatas. Tampak dalam acara KORG WORLD 2011 di Function Hall, Citywalk Sudirman, Jakarta (4/11), walau minim pengunjung yang hadir, acara besutan Bahanna Distributor tersebut membungkus keseluruhan gelaran product launch berlabel KRONOS dalam pencitraan akan sebuah kreatifitas, bagaimana sebuah keyboard komplit yang bukan hanya "type baru" tapi merupakan satu dari sepuluh yang tercanggih di NAMM 2011 dan merupakan invasi KORG INC dalam mencipta satu alat musik yang lebih dari kategori inovasi.
Andi Ayunir sebagai aktor yang beraksi menggunakan Kronos dalam acara KORG WORLD 2011 tersebut menyatakan; “Ini adalah revolusi! , baik di endorse ataupun tidak... Kronos ini tetap yang saya cari”. Pria 45 tahun ini juga menyatakan bahwa untuk project terbarunya yaitu Konser Kilau Anggun, dimana ia didaulat sebagai music arranger, mengukuhkan kalau KORG mempunyai andil yang besar dalam konser tersebut. “Untuk Anggun semua merk saya gunakan dalam proses produksi, akan tetapi KORG yang mendominasi.” Selain menampilkan Andi Ayunir, Korg World 2011 turut juga menghadirkan; Adith The Fly, Indobeatbox (Yori dan Jevin) , Ir. Wiwi GV dan special perform dari IMI (Indonesian Music Institute) dan para anak-anak asuh dari Wahana Visi.
Indobeatbox memulai acara dengan tawaran unik untuk dihadirkan dalam event yang berkonsep demo klinik. Perpaduan antara seni kreasi suara dengan alat-alat bernama microKORG XL, Mini KP, Kaossilator. Dalam kesempatan tersebut Yori dan Jevin menjadi simbol aktualitas. Karena apa yang disajikan oleh keduanya merupakan karya yang tidak populer dan sangat baru. Beatbox adalah samudera improvisasi dan kreasi. Sehingga kehadirannya dalam acara Korg World 2011 begitu disambut hangat karena syarat akan talenta dan kepiawaian.
Praktisi Keyboard Ir. Wiwi GV muncul bersama Korg PA3X. Sebuah edukasi yang menyenangkan dan begitu terdeskripsikan dengan gamblang. Sesekali penonton tercengang dengan apa yang diperagakan. Ketika sesuatu yang baru, baru diketahui oleh penonton. Diantaranya adalah penggunaan suara 2 otomatis lewat PA3X terdengar sangat natural dan saat koor atau vocal grup dapat dilangsungkan dengan hanya satu media yaitu Korg PA3X.
Tak mau kalah unjuk kreatifitas, perwakilan dari IMI (Indonesian Music Institute) yaitu Triono selaku pengajar dan para murid yang tergabung dalam IMI Keyboard Ensamble memberikan pengertian-pengertian tentang harmoni. Tentang perpaduan dalam satu warna. Dalam arti bahwa bagaimana keseragaman yang ada itu ditampilkan perbedaannya untuk kemudian dalam waktu yang sama dikemas dalam perpaduan yang sangat ritmik.
Adith menunjukkan kemahiran jari jemarinya yang sangat lancar diatas tuts KORG PS60. Kibordis band The Fly ini, dengan santai berkomposisi dengan rhytm yang sederhana akan tetapi dengan melodi-melodi yang asing. Karakter permainan yang tak mudah diidentifikasi walau tercatat ia telah menghasilkan 5 buah album bersama The Fly.
Dan ketika pada akhirnya ditutup oleh penampilan Andi Ayunir bersama KRONOS, maka event Korg World 2011 yang diprakarsai oleh Bahanna Distributor ini, menjadi saksi bagaimana musik dan teknologi itu berjalan beriringan mengalami perkembangan. Dan menemukan jalannya untuk bersatu. Entah bagaimana dan seperti apa itu bukan soal. Karena seperti yang Andi Ayyunir katakan dalam jumpa pers sebelum memulai acara Korg World 2011 tersebut; “Di musik itu tak ada yang benar dan salah. Ketika musik itu dianggap bagus walau kita sendiri nggak tahu bagaimana proses penciptaannya... akan tetapi orang senang ... itu akan tetap menjadi hits”.
- Related Articles
- Related Articles:Sesuatu yang lain buat THOMAS (743 Hits)KORG Microstation Ready To Rumble (475 Hits)KORG SP 170 Digital Piano Pure and Simple (874 Hits)Abah dan KORG EFFECT (659 Hits)Billy Kurniadi dan KORG (888 Hits)
Twitter
Facebook




